Setiap makhluk dihiasi dengan atribut-atribut kecantikan
Dan cinta adalah burung yang terbang dari sangkak kesatuan
Dan bertengger di cabang penampilan dan keserbaragaman
Dari itu kecerlangan megah dari si kekasih
Dan dari itu pula … ratapan sedih si pencinta
Dalam kekosongan itu, hampa dari segala jejak keberadaan
di mana alam semesta tersembunyi dalam liputan-liputan ketiadaan
di sana ada suatu wujud, kosong dari kegandaan
Untuk siapa kata “aku” dan “engkau” tak bermakna apa-apa
Keindahan mutlak, bebas dari segala ikatan penampilan
hanya terwujud pada diri-Nya sendiri
berkat cahaya-Nya sendiri
Seperti seorang perempuan cantik dalam rahasia kamar pengantinnya
Jubahnya murni dari ketidaksempurnaan sekecil apa pun
Tak ada cermin yang pernah memantulkan wajah-Nya
Taka ada mata yang pernah menatap-Nya … sekalipun dalam khayalan
Ia menyanyikan pada dirinya sendiri nyanyian-nyanyian merdu
dari keindahan yang mempesona hati
dan memainkan permainan cinta dalam dirinya sendiri
Tetapi adalah suatu asas keindahan
bahwa suatu wajah cantik tak dapat tetap tersimpan di balik tirai
tak mungkin tetap dalam kesederhanaan
dan apabila engkau menutup pintu atasnya
ia hanya muncul di jendela
Seperti engkau sendiri mengetahuinya
apabila suatu gagasan yang langka dan menakjubkan timbul dalam pikiranmu
engkau terpikat dengannya dan harus mengungkapkannya dalam ucapan atau tulisan
Ini selalu dan telah menjadi dorongan alami
sejak ia pertama muncul dalam keindahan azali
Ketika keindahan abadi merasakan dorongan ini
dan muncul dari wilayah-wilayah suci untuk bersinar
pada semua cakrawala dan di seluruh jiwa
di mana saja ia mengungkapkan pantulannya
desas-desus tentang itu segera berada di bibir setiap orang
Satu percikan darinya memancar dan menerangi langit dan bumi
Malaikat-malaikat tersilau olehnya
Dan menyanyikan pujian-pujiannya sampai ke titik kebingungan
Dari para penyelam ke dalam samudra langit muncul seruan
“Terpujilah Tuhan.”