Ketika seorang pencinta tercuri hatinya pada seorang jelita,
ia akan dapat mengatakan selamat tinggal kepada kedamaian pikirannya
Sekali darah telah terhisap dari hati,
kesibukannya berpindah dari hati kepada matanya
Ketika telah terpuaskan oleh suatu pandangan yang penuh hasrat,
Tidaklah lama,
maka ia akan berpaling kepada pikiran tentang ciuman dan pelukan,
Dan apabila ia berhasil memperoleh hal-hal tersebut,
Persahabatan akan segera dirusak oleh rasa takut akan perpisahan
Tak pernah ada suatu kepuasan sempurna dalam cinta
Tak ada kesenangan yang sesungguhnya
Mula-mula si pencinta akan meminum darah hatinya sendiri
Kemudian berakhir dengan kematian dirinya
Dan itulah dia!
Kesenangan apakah yang akan pernah didapat seseorang dalam keadaan seperti itu ?
Sekarang hanya sedikit keuntungan,
bagi seorang pencinta untuk memandang,
apabila pandangannya tak terbalas,
ketika si kekasih menutup matanya kepada keadaan si pencinta
Cukuplah itu untuk membawa keluar air mata panas
dari hatinya yang berdarah
Sesungguhnya …,
apabila seorang tercinta telah bercampur dengan jiwa kita sendiri,
ikatan seperti itu tak dapat diputuskan
Dalam sekejap jiwa ia dapat memutuskan hubungan dengan tubuh,
tetapi ikatan cinta berlangsung selama-lamanya.
“Kesturi mungkin kehilangan wanginya, dan mawar mungkin kehilangan warnanya, tetapi adalah di luar kemampuan jiwa yang tercinta untuk menyangkal cintanya kepada si kekasih”