Arsip untuk ‘blog’ Kategori

KAIDAH CINTA

Januari 24, 2007

Setiap makhluk dihiasi dengan atribut-atribut kecantikan

Dan cinta adalah burung yang terbang dari sangkak kesatuan

Dan bertengger di cabang penampilan dan keserbaragaman

Dari itu kecerlangan megah dari si kekasih

Dan dari itu pula … ratapan sedih si pencinta

 

Dalam kekosongan itu, hampa dari segala jejak keberadaan

di mana alam semesta tersembunyi dalam liputan-liputan ketiadaan

di sana ada suatu wujud, kosong dari kegandaan

Untuk siapa kata “aku” dan “engkau” tak bermakna apa-apa

Keindahan mutlak, bebas dari segala ikatan penampilan

hanya terwujud pada diri-Nya sendiri

berkat cahaya-Nya sendiri

 

Seperti seorang perempuan cantik dalam rahasia kamar pengantinnya

Jubahnya murni dari ketidaksempurnaan sekecil apa pun

Tak ada cermin yang pernah memantulkan wajah-Nya

Taka ada mata yang pernah menatap-Nya … sekalipun dalam khayalan

Ia menyanyikan pada dirinya sendiri nyanyian-nyanyian merdu

dari keindahan yang mempesona hati

dan memainkan permainan cinta dalam dirinya sendiri

 

Tetapi adalah suatu asas keindahan

bahwa suatu wajah cantik tak dapat tetap tersimpan di balik tirai

tak mungkin tetap dalam kesederhanaan

dan apabila engkau menutup pintu atasnya

ia hanya muncul di jendela

 

Seperti engkau sendiri mengetahuinya

apabila suatu gagasan yang langka dan menakjubkan timbul dalam pikiranmu

engkau terpikat dengannya dan harus mengungkapkannya dalam ucapan atau tulisan

Ini selalu dan telah menjadi dorongan alami

sejak ia pertama muncul dalam keindahan azali

Ketika keindahan abadi merasakan dorongan ini

dan muncul dari wilayah-wilayah suci untuk bersinar

pada semua cakrawala dan di seluruh jiwa

di mana saja ia mengungkapkan pantulannya

desas-desus tentang itu segera berada di bibir setiap orang

Satu percikan darinya memancar dan menerangi langit dan bumi

Malaikat-malaikat tersilau olehnya

Dan menyanyikan pujian-pujiannya sampai ke titik kebingungan

Dari para penyelam ke dalam samudra langit muncul seruan

“Terpujilah Tuhan.”

Sang Pencinta

Januari 24, 2007

Sang PecintaHati yang menderita karena kekasih akan menjadi kebal karenanya,

baik terhadap segala bentuk kegembiraan maupun kesedihan

Tak ada kesedihan lain yang melengket ke jubah si pencinta

Tak ada kegembiraan lain yang mengelilinginya

Biarlah dunia menjadi laut penderitaan baginya,

dengan gelombang kesedihan setinggi gunung,

niscaya pinggiran jubahnya pun tak akan basah

Dan apabila keberuntungan harus mempersiapkan suatu pesta kesenangan abadi baginya

ia akan memalingkan punggung atasnya

Tak ada yang dapat menyimpangkan dia dari kesedihannya sendiri,

yang tidak akan berkurang dalam cara bagaimanapun.

 

Tak ada istirahat bagi si pencinta yang telah memberikan hatinya

Hasratnya yang penuh gairah meningkat waktu demi waktu

Saat-saat kepuasannya berlalu dalam sejenak,

dan setiap saat ia maju kepada aspirasinya yang bahkan lebih besar

Sekali ia mencium wanginya mawar, ia ingin melihatnya

Dan setelah melihatnya segera ia ingin memetiknya

 

Kegembiraan apakah yang lebih besar bagi si pencinta

daripada ketika si tercinta akhirnya menyambut cintanya dengan gembira

dan pada akhirnya ia diizinkan masuk ke dalam keakrabannya?

Di sana ia dapat duduk dengan si tercinta dan melepaskan beban hatinya

serta dapat membuka rahasianya yang paling dalam

dan mengingatkan masa silam

 

Alangkah sedih melihat seorang yang telah diberkati dengan kemakmuran

setelah segala kesulitan mencapai keistimewaan pertemuan,

dan menarik si tercinta, keberuntungan ke dalam pelukannya

dengan segala kesedihan karena ketidakhadiran

dan hidup sementara dalam kehidupan bahagia yang murni

tiba-tiba diserang oleh badai kesukaran, tanda perpisahan

yang mengganas ke dalam taman persatuan

dan menghancurkan pohon hasrat !

 

Bilamana Anda terpaut pada seseorang

hasilnya yang tak terelakkan ialah perpisahan

Lengkungan langit berputar terus

Matahari, bulan dan bintang-bintang mencurahkan demikian banyak cahaya

sehingga unsur-unsur yang putus asa dapat disatukan

dan dijalin dalam suatu jaring untuk menangkap burung jiwa

tetapi pada akhirnya unggas celaka ini tak berhasil mematuk barang sebutir kepuasan

Unsur-unsur terserak dan kembali ke sumbernya

sementara burung malang itu dibiarkan jauh dari sarangnya

disiksa oleh lapar dan haus

Laskar CINTA

Januari 24, 2007

Ketika seorang pencinta tercuri hatinya pada seorang jelita,

ia akan dapat mengatakan selamat tinggal kepada kedamaian pikirannya

Sekali darah telah terhisap dari hati,

kesibukannya berpindah dari hati kepada matanya

Ketika telah terpuaskan oleh suatu pandangan yang penuh hasrat,

Tidaklah lama,

maka ia akan berpaling kepada pikiran tentang ciuman dan pelukan,

Dan apabila ia berhasil memperoleh hal-hal tersebut,

Persahabatan akan segera dirusak oleh rasa takut akan perpisahan

Tak pernah ada suatu kepuasan sempurna dalam cinta

Tak ada kesenangan yang sesungguhnya

Mula-mula si pencinta akan meminum darah hatinya sendiri

Kemudian berakhir dengan kematian dirinya

Dan itulah dia!

Kesenangan apakah yang akan pernah didapat seseorang dalam keadaan seperti itu ?

Sekarang hanya sedikit keuntungan,

bagi seorang pencinta untuk memandang,

apabila pandangannya tak terbalas,

ketika si kekasih menutup matanya kepada keadaan si pencinta

Cukuplah itu untuk membawa keluar air mata panas

dari hatinya yang berdarah

 

Sesungguhnya …,

apabila seorang tercinta telah bercampur dengan jiwa kita sendiri,

ikatan seperti itu tak dapat diputuskan

Dalam sekejap jiwa ia dapat memutuskan hubungan dengan tubuh,

tetapi ikatan cinta berlangsung selama-lamanya.

“Kesturi mungkin kehilangan wanginya, dan mawar mungkin kehilangan warnanya, tetapi adalah di luar kemampuan jiwa yang tercinta untuk menyangkal cintanya kepada si kekasih”