Arsip untuk ‘gairah’ Kategori

Tawanan Cinta

Januari 24, 2007

Hati yang bebas dari sakit cinta, bukanlah hati sama sekali

Tubuh yang kehilangan cinta tak lain dari lempung dan air

Berpalinglah dari dunia kepada wilayah cinta yang sangat menyenangkan

Jangan biarkan hati luput dari siksaannya yang manis!

Putaran roda apa yang memusingkan selain kepeningan cinta!

Dan darimana datangnya bencana gejolak dunia

Apabila bukan dari gejolak cinta?

 

Apabila anda hendak bebas, jadilah tawanan cinta

Apabila engkau menginginkan kegembiraan

Bukalah hatimu bagi penderitaan cinta

Dari anggur cinta datang kehangatan dan pesona

Tanpa itu hanya ada kesusahan dan ke-aku-an dingin

Ingatan kepada cinta menyegarkan hati si pencinta

Dan kejayaan datang kepada dia yang menjayakannya

 

Ribuan orang yang berbakat cemerlang, tetapi asing terhadap cinta

telah lenyap tanpa meninggalkan riwayat

atau peninggalan yang mengabadikan namanya

Engkau boleh mencoba seratus hal,

tetapi hanya cinta yang akan membebaskan engkau dari dirimu sendiri

Maka janganlah melarikan diri dari cinta

Jangan!!! Sekalipun dari cinta dalam samaran duniawi

Karena ia merupakan persiapan bagi kebenaran tertinggi.

Bagaimana engkau akan membaca kitab petunjuk suci tanpa mempelajari abjad?

 

Apabila engkau belum pernah menginjak jalan cinta

Pergilah dan jatuh cintalah!

Keindahan yang gairahnya dimana-mana

Dan karenanya para kekasih dari dunia ini ditabiri dari penglihatan

Bilamana saja engkau melihat suatu tirai

Itulah yang sedang disembunyikan

Itulah yang menyebabkan setiap hati tertawan bergetar

Kecintaan kepada keindahan itulah yang menghidupkan hati

dan mengisi jiwa dengan pesona

Dengan sadar atau tidak, setiap hati yang bercinta sedang bercinta dengannya saja!

 

Dan janganlah membuat kekeliruan fatal dengan mengkhayalkan …

bahwa apabila keindahan memancar dari sana

maka cinta berasal di sini  …. dalam diri kita sendiri

Keindahan dan cinta bukanlah pangkat yang sama tinggi

Apabila cinta mewujudkan dirinya pada dirimu

Ia bersumber dari keindahan

Engkau hanyalah cermin di mana keindahan dipantulkan

Karena keindahan maupun pantulannya sama-sama dari satu sumber

Keduanya merupakan perbendaharaan dan rumah perbendaharaan

Elegi Cinta

Januari 24, 2007

Malam begitu tinggi …

Dingin begitu sempurna

“Demi Tuhan” yang telah menciptakan kekasih dalam keindahan…, dan …………

“Demi Cinta kita !”

Engkau menggenggam tanganku,

Menyerbu mataku, menyerang dadaku …

Lalu sebuah kekuatan, mungkin sebuah ‘energi aneh’ datang

untuk membasmi rasa kantuk menjadi hidup dan bergairah

Engkau meraih dengan keindahan …

dan kehangatan rindu yang membara,

membuat kita lupa pada pertengkaran dan kelemahan

Dikepung gerimis hujan dan malam,

jiwa dan tubuh kita bersatu dengan gelora remaja

saling berdekapan membahasakan kerinduan,

dengan bahasa tubuh yang gemetar oleh ratusan panah dan api asmara,

kadang kita tak tahu dimana bumi yang sedang kita pijak

Lidah kehausan kata, telinga menjadi tuli, dan

mata kita buta

Kita bersama seakan bumi lain terhampar di awan

menggelar panorama firdaus dalam sukma kita

Mungkin puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu,

kita adalah sepasang pengantin pada sebuah taman

yang jauh di sebuah dunia yang lain

Hanya beberapa tahun belakangan,

kita lahir dari dua rahim ibu yang berbeda

untuk merasakan keterpisahan

Kemudian kita bertemu kembali untuk bersatu,

berdekapan erat tanpa selembar ingatan yang sanggup membuat jarak

Kedua lengan kita saling melingkar,

dan kamu berkata:

“Dadamu menekan kuat payudaraku, lalu aku sesak napas

karena kuatnya pelukanmu dan kau tertawa,

dan aku ingin bicara dan kau sumpal mulutku dengan kebodohan

dan gairahmu,

hingga aku bisu dan kau terus memburu dan memburu”.