Arsip untuk ‘semu’ Kategori

Elegi Cinta

Januari 24, 2007

Malam begitu tinggi …

Dingin begitu sempurna

“Demi Tuhan” yang telah menciptakan kekasih dalam keindahan…, dan …………

“Demi Cinta kita !”

Engkau menggenggam tanganku,

Menyerbu mataku, menyerang dadaku …

Lalu sebuah kekuatan, mungkin sebuah ‘energi aneh’ datang

untuk membasmi rasa kantuk menjadi hidup dan bergairah

Engkau meraih dengan keindahan …

dan kehangatan rindu yang membara,

membuat kita lupa pada pertengkaran dan kelemahan

Dikepung gerimis hujan dan malam,

jiwa dan tubuh kita bersatu dengan gelora remaja

saling berdekapan membahasakan kerinduan,

dengan bahasa tubuh yang gemetar oleh ratusan panah dan api asmara,

kadang kita tak tahu dimana bumi yang sedang kita pijak

Lidah kehausan kata, telinga menjadi tuli, dan

mata kita buta

Kita bersama seakan bumi lain terhampar di awan

menggelar panorama firdaus dalam sukma kita

Mungkin puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu,

kita adalah sepasang pengantin pada sebuah taman

yang jauh di sebuah dunia yang lain

Hanya beberapa tahun belakangan,

kita lahir dari dua rahim ibu yang berbeda

untuk merasakan keterpisahan

Kemudian kita bertemu kembali untuk bersatu,

berdekapan erat tanpa selembar ingatan yang sanggup membuat jarak

Kedua lengan kita saling melingkar,

dan kamu berkata:

“Dadamu menekan kuat payudaraku, lalu aku sesak napas

karena kuatnya pelukanmu dan kau tertawa,

dan aku ingin bicara dan kau sumpal mulutku dengan kebodohan

dan gairahmu,

hingga aku bisu dan kau terus memburu dan memburu”.